PAREPARE, DELIK.ID – Pihak perusahaan plat merah atau PT. Pelindo Parepare mengklaim pelayanannya sudah maksimal meskipun biaya atau pass masuk terminal pelabuhan Nusantara paling tinggi se Indonesia.
Klaim itu diungkapkan General Manager PT. Pelindo Parepare, Sardi S.T saat menggelar kegiatan “Selasa Menyapa” di kawasan terminal pelabuhan Nusantara Parepare.
Kegiatan itu dihadiri pihak pengusaha pelayaran dan otoritas pelabuhan setempat. (16/5/2023).
Pada kesempatan itu, Sardi menanggapi sorotan publik terkait penerapan sistem pelayanan oleh pihaknya yang dinilai buruk sejumlah pihak termasuk para wakil rakyat.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, terdapat banyak penumpang terlantar di kawasan terminal akibat akses masuk ke fasilitas ruang tunggu ditutup oleh pihak PT. Pelindo Parepare.
Penumpang kepanasan saat siang hari sementara jika pada malam hari warga kedinginan. Mirisnya, ada anak-anak dan balita di sana.
“Sesuai dalam Peraturan direksi PT Pelabuhan Indonesia pada poin 11, Pelindo tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada keterkaitan komunikasi dengan perusahan pelayaran,” terang Sardi.
Sardi mengatakan meski kapal sudah sandar di Dermaga pelabuhan namun perusahaan kapal belum membuka pelayanan Check-in Counter. Terminal penumpang, kata dia, tidak bisa dibuka.
“Karena harus dilakukan pencocokan data penumpang. Data itu nanti akan dikoordinasikan. Makanya kami sediakan dua tempat ruang tunggu sementara atau RTS di depan terminal pelabuhan dan di lantai dua,” kata dia.
Sardi juga berjanji, PT. Pelindo Parepare akan terus melakukan perbaikan pelayanan.
Sebab, kata dia, biaya yang dikeluarkan penumpang saat masuk ke kawasan pelabuhan atau Pass masuk sudah sewajarnya penumpang nikmati.











