Menurutnya, penggunaan sepeda motor tidak akan mengurangi wibawa seorang ASN atau pejabat. Ia menegaskan bahwa nilai seorang aparatur justru terletak pada integritas, kedisiplinan, dan kualitas kinerja yang ditunjukkan dalam menjalankan tugas.
“Wibawa bukan ditentukan oleh kendaraan, tetapi oleh sikap dan tanggung jawab kita sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kebijakan ini bukan sekadar upaya penghematan, melainkan juga bentuk keteladanan ASN dalam membangun budaya kerja yang rasional, efisien, dan responsif terhadap kondisi daerah.
Ia berharap, langkah ini menjadi awal perubahan pola mobilitas ASN yang lebih bijak dan berkelanjutan, tanpa mengurangi profesionalisme. Selain itu, kebiasaan ini juga diharapkan dapat mendukung pengelolaan keuangan daerah yang lebih optimal dan tepat sasaran. (D11)











