Namun, menurut Masyuri, hal itu dianggap bukan menjadi penyebab utama runtuhnya konstruksi. Tetapi lebih pada diakibatkan oleh kesalahan prosedur oleh pihak kontraktor.
“Harusnya kan mereka antisipasi sebelumnya. Intensitas hujan di Soppeng kan tinggi harusnya segera diantisipasi dan mereka pihak kontraktor ini akui itu kesalahannya,” terang dia.
Meski begitu kata dia proyek yang dikerjakan oleh perusahaan PT Ilyas Berdikari, tersebut saat ini terus dilanjutkan.
“Pekerjaannya terus berlanjut. Untuk sementara pihak kontraktor tengah menunggu pekerja yang didatangkan dari Jawa,” katanya.
Dia menambhkan, proyek tersebut memiliki kontrak pekerjaan yang dimulai pada Januari hingga Juli 2023.
“Semoga pekerjaannya tidak terlambat, jika ada keterlambatan akan ada penambahan waktu dengan kompensasi denda,” tandasnya. (shg/dlk/d11)











