Aninuddin mengatakan, Polman dikenal dnegan daerah yang kaya akan buah durian namun selama ini biji durian hanya dibuang atau jadi sampah, “kita hadir untuk memberikan sosialisasi bahwa biji durian bisa menjadi pengganti pangan yang baik dimana biasa dalam membuat kue menggunakan tepung terigu kini kita olah biji durian jadi tepung kue,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan memberikan pengetahuan yang baru kepada masyarakat bahwa ternyata biji durian dapat bernilai ekonomis jika diolah.
Dr. Nurlaela Latif berkol tepung ini dibuat konsumsi setiap hari, kita bekolaborasi PKK tata boga menghasilkan berbagai varian kue mulai dari kue kering natsar, dan brownis hingga jenis kue lainnya.
Salah satu masyarakat Desa Kuajang, Ibu Nursyam mengatakan, pelatihan yang diberikan oleh UNM ini sangat bermanfaat karena selama ini biji durian hanya dibuang saja, “kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini karena biji durian yang selama ini hanya jadi sampah ternyata bisa jadi tepung untuk dibut kue.” tandasnya.
Ketua Yayasan Ponpes Al Wasilah Lemo Suardi mengatakan, program kemitraan yang dilaksanakan oleh UNM ini memberikan manfaat yang sangat besar, “kami berharap guru dan siswa bisa memanfaatkan kegiatan dengan tujuh program yang diselenggarakan hari ini salah satunya pabrik pengolah biji durian menjadi tepung bisa diikuti dengan tuntas agar bisa di manfaatkan,” jelasnya.
Ia juga berharap UNM tetap memberikan support ke Al Wasilah Lemo dengan dilaksanakan nya MoU untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di Pesantren. (bdt)









