Belasan LSM Demo Di Kantor Bupati Polman Desak Penanganan Tumpukan Yang Meresahkan Masyarakat

POLMAN, DELIK ID — 14 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se Kabupaten Polewali Mandar menggelar aksi unjukrasa didepan Kompleks Perkantoran Bupati Polman, Mereka mencium aroma korupsi pada pengelolaan sampah di Kabupaten peraih adipura ini. Selasa 19 Januari.

Dalam aksinya, Gabungan LSM mendesak Pemkab Polman menuntaskan masalah tumpukan sampah yang mengganggu aktifitas masyarakat. Saat ini, ada dua Kecamatan yang mengalami dampak paling besar saat ditutupnya TPA Binuang oleh masyarakat Paku yakni Kecamatan Polewali dan Kecamatan Wonomulyo. Dua Kecamatan ini paling banyak memproduksi sampah sehingga sampah menumpuk.

14 Lembaga LSM ini menilai Pemerintah Kabupaten Polman abai terhadap permasalahan sampah sehingga terjadi masalah seperti yang terjadi sekarang ini. Selain itu, langkah yang diambil oleh Pemerintah dengan membuang sampah disetiap Kecamatan bukanlah solusi karena sampah tidak diolah sebagaimana mestinya dan dikhawatirkan justru akan mencemari setiap lingkungan.

Perwakilan LSM Zubair mempertanyakan anggaran pengelolaan TPA Binuang karena menurutnya TPA itu dapat dikelola sampai dua puluh tahun, tetapi baru sepuluh tahun sudah bermasalah. Ia menyampaikan, banyak item pengolahan sampah di TPA Binuang yang tidak difungsikan sebagaimana mestinya seperti pengolahan sampah, limbah dan lainnya tidak difungsikan.

“Ini sangat miris pengelolaan sampah di Polman karena biar anggaran untuk pengelolaan sampah juga di korupsi, akibatnya semua masyarakat saat ini merasakan dampak aroma busuk dimana-mana karena sampah tak diangkut,” terang Zubair saat ikut berunjukrasa di depan kantor Bupati Polman.

Lanjutnya, seharusnya saat masyarakat Paku menutup akses ke TPA sejak enam bulan lalu Pemkab sudah mencari solusi, tapi malah mengucurkan anggaran lagi ke TPA Binuang padahal sudah diketahui TPA ditutup.

Related posts