Analisis lemak dapat menggunakan perangkat alat ekstraksi mikro soxhlet, alat ini membutuhkan waktu yang lebih pendek untuk mencapai 1 kali sirkulasi. Mikro soxhlet adalah seperangkat alat ekstraksi soxhlet berukuran kecil, volume labunya 25 – 50 mL dan volume ekstraktornya 10-15 mL. Prinsip kerja metode soxhlet yaitulemak diekstrak dengan pelarut nonpolar dietil eter atau pelarut lemak lainnya. Setelah pelarutnya diuapkan, lemaknya dapat ditimbang dan dihitungpersentasenya.
Uji lemak dengan metode soxhlet dilakukan dengan cara :
menimbang sebanyak 1-2 g sampel, masukkan ke dalam thimble yang terbuat dari kertas saring (A gram).
Kemudian tutup bagian atas menggunakan kapas bebas
lemak dan ujung thimble dilipat rapat-rapat kemudian dimasukkan ke dalam
tabung Mikro Soxhlet. Hubungkan ujung bawah tabung Mikro Soxhlet dengan labu lemak yang sudah dikeringkan dan diketahui bobotnya (B gram).
Kemudian hubungkan bagian atas ekstraktor Mikro Soxhlet dengan pendingin balik yang sudah dirangkai di atas waterbath. Setelah itu tuangkan petroleum benzena pelarut
lemak lainnya kurang lebih 2 kali volume tabung (± 15 ml) dan alirkan lewat ujung pendingin balik. Lakukan ekstraksi selama 2 jam. Ambil labu yang sudah berisi ekstrak lemak kemudian keringkan ke dalam oven pada suhu 105°C.
Dinginkan dalam eksikator kemudian timbang sampai memperoleh bobot konstan (C gram). Hitung kadar lemak dengan rumus :
Kadar lemak = C−B
A
x 100%
Keterangan :
A: bobot sampel (gram)
B: bobot labu lemak dan lemak (gram)
C: bobot labu lemak kosong (gram) (Pargiyanti, 2019).
Sedangkan untuk menguji bahwa bahan pangan tersebut mengandung lemak
atau tidak, dapat dilakukan dengan bantuan kertas sampul coklat atau kertas buram.
Uji lemak dengan menggunakan kertas sampul coklat atau kertas buram
dilakukan dengan cara : pertama siapkan kertas coklat sampul buku atau kertas
buram.
Untuk bahan pangan lunak (seperti mentega, minyak goreng), masing-
masing bahan dioleskan secukupnya di kertas secara terpisah dan untuk bahan pangan tidak lunak (seperti kacang-kacangan, wortel) masing-masing bahan dihaluskan atau diiris harus terlebih dahulu kemudian bahan dioleskan secukupnya di kertas secara terpisah. Biarkan sekitar 5-10 menit. Sesudah itu periksa dengan menghadap cahaya (dapat dilakukan dengan menggunakan lampu/senter).
Amati ada tidaknya noda transparan pada kertas. Jika meninggalkan bekas noda transparan maka bahan yang diuji mengandung lemak, sebaliknya jika tidak meninggalkan bekas noda transparan maka bahan yang diuji
tidak mengandung lemak.
Bekas olesan dari bahan uji pada kertas yang tidak meninggalkan bekas
noda transparan saat diberi cahaya cenderung kembali kering dan saat diraba tidak licin setelah didiamkan selama 10 menit.
Sedangkan bekas olesan dari bahan uji
pada kertas yang meninggalkan bekas noda transparan (mengandung lemak)
terlihat bekas noda minyak yang tidak hilang dan saat diraba teksturnya terasa licin setelah di diamkan selama 10 menit. Uji lemak dapat dilakukan dengan metode soxhlet, uji ini dilakukan di laboratorium. Selain itu, uji lemak juga dapat dilakukan dirumah dengan menggunakan kertas sampul coklat atau kertas buram.
Kelebihan maupun kekurang lemak dapat berbahaya bagi kesehatan, dengan uji lemak dapat diketahui ketersediaan lemak pada bahan pangan. Oleh karena itudiharapkan pengaplikasian kebutuhan bahan pangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. (*k13)











