“Tadi kita mendengar arahan Pak Ilham yang ingin menjadikan Museum BJ Habibie benar-benar menjadi wadah pendidikan. Harus menjadi tempat edukasi dan mengenang karya-karya presiden Indonesia kelahiran Parepare ini,” ungkapnya.
Meseum yang terbangun dari rumah pribadi BJ Habibie di Parepare itu akan berisikan barang-barang milik BJ Habibie semasa hidupnya. Baik sebelum menjabat hingga usai menjabat presiden ke 3 Indonesia.
“Selain mengingat jasa-jasa dan karya-karya beliau. Kita juga menerapkan beberapa teknologi sehingga wisata pendidikan itu terasa. Seperti audio visual yang menjelaskan tentang kisah-kisah inspiratif beliau,” jelas Ketua DPD I Golkar Sulsel itu.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, Arifuddin Idris mengatakan, saat ini pihaknya bakal menyusun perencanaan kapasitas museum. Tak hanya itu pihaknya juga menginventaris barang-barang berharga yang butuh keamanan khusus. Dirinya berharap, prosess inventarisasi berjalan lancar sehingga target pembukaan Museum BJ Habiebie tahun ini sesuai harapan.
“Arahan dari Pak Ilham dan pesan dari Pak Wali, museum ini tidak boleh monoton. Aktivitas edukasi harus ada. Seperti seminar dan kajian-kajian teknologi dan berkerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan. Intinya masyarakat tidak hanya mengenang jasa-jasa BJ Habibie. Tetapi mendapat edukasi yang bermanfaat bagi mereka,” kata Arifuddin yang turut hadir dalam pertemuan itu.
Selain Arifuddin, Taufan Pawe turut didampingi Asisten I Sitti Aminah Amin, Asisten II Suriani, Kepala BKD Jamaluddin Achmad, Dirut Andi Makkasau dr Reny, dan Sekretaris Bappeda Zulkarnaen. (D11)











