Menurutnya, variasi parsel yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari paket keramik, kebutuhan pokok atau sembako, hingga paket makanan ringan yang biasa dijadikan bingkisan lebaran.
Harga yang ditawarkan juga cukup variatif, mulai dari Rp100 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung dari jenis isi parsel, tingkat kerumitan desain, serta permintaan khusus dari pelanggan.
“Kami menyediakan berbagai pilihan paket, mulai dari yang sederhana sampai premium. Harganya menyesuaikan dengan isi dan desain yang diminta pelanggan,” tambahnya.
Menariknya, pesanan tidak hanya datang dari warga lokal Pinrang. Konsumen dari daerah sekitar seperti Parepare, Sidrap, Enrekang hingga Barru juga turut mendominasi pesanan tahun ini.
Salah seorang pembeli, Nurhidayah, mengaku memilih memesan parsel lebih awal agar bisa mengirimkan bingkisan kepada keluarga di kampung halaman.
“Saya pesan lebih awal supaya tidak kehabisan dan bisa kirim ke keluarga di Pinrang. Parsel seperti ini juga bagus untuk menjaga silaturahmi saat lebaran,” katanya.
Meningkatnya tren berkirim parsel menjelang Idul Fitri ini menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM lokal di Sulawesi Selatan. Momentum Ramadan dinilai mampu mendorong pertumbuhan usaha kreatif sekaligus memperkuat tradisi berbagi dan silaturahmi di tengah masyarakat. (D11)











