“Iya, makanya kita bawa dari Rumah Sakit Daya kita geser ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk memastikan penyebab kematian,” ujar Zulhan, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, dugaan tindak kekerasan itu terjadi di area asrama Samapta Polda Sulsel yang berada di lingkungan kantor Sabhara. Namun hingga kini, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Propam Polda Sulsel telah memeriksa sedikitnya enam anggota polisi secara intensif guna mengungkap fakta kejadian tersebut.
“Sedang kita usut terus, jadi belum bisa kita simpulkan karena tim lagi bekerja semua. Ada enam orang kita periksa sementara ini,” tegasnya.
Kasus ini kini ditangani internal Propam Polda Sulsel untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran disiplin maupun tindak pidana dalam peristiwa yang menewaskan bintara remaja tersebut. (D11)











