Diduga Dimanipulasi, Pelamar Kerja di SPPG Ablam Parepare Kecewa Berat

PAREPARE, DELIK.ID — Dugaan perlakuan tidak manusiawi dalam proses perekrutan tenaga kerja mencuat di SPPG Ablam Kota Parepare. Seorang pelamar kerja bernama Fadil, lulusan Sarjana Akuntansi, disebut telah dilibatkan dalam berbagai aktivitas kerja sejak Oktober 2025, namun pada akhirnya dinyatakan tidak lulus seleksi.

Kronologi tersebut diungkapkan oleh Reski Yulianti, tante dari Fadil. Ia menjelaskan, pada Oktober 2025 pihak keluarga mengantarkan langsung berkas lamaran kerja ke SPPG Ablam. Saat itu, kondisi kantor SPPG Ablam masih dalam tahap pengerjaan dan belum siap digunakan.

“Waktu itu kami disampaikan oleh pihak pengurus SPPG Ablam, apakah bersedia jika nantinya ikut lembur apabila diperintahkan. Tentu kami jawab bersedia, karena harapan kami memang ingin bekerja,” kata Reski Yulianti, Senin (19/01/2026).

Reski menyebutkan, ponakannya kemudian dimasukkan ke dalam grup internal SPPG Ablam. Dalam grup tersebut, Fadil kerap menerima instruksi untuk datang membantu, mulai dari membersihkan area kantor hingga pukul 4 subuh, serta membantu penyusunan kelengkapan administrasi.

“Ponakan saya cukup mahir menguasai komputer, jadi sering diperintahkan membantu pekerjaan administrasi. Otomatis sebagai pelamar, ini menjadi harapan dan peluang bahwa dia akan dipekerjakan secara resmi,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Reski, Fadil sempat diminta membeli pakaian kantor yang disebut-sebut akan digunakan saat mulai bekerja. Hal itu semakin memperbesar keyakinan keluarga bahwa Fadil akan diterima secara resmi di SPPG Ablam.

Related posts