Sementara itu, AG. Prof. Dr. KH. Faried Wajedi, LC., MA, mengisahkan perjalanan dakwah dan perkembangan DDI di Papua yang dibangunnya dari nol.
“Saya mengembangkan DDI ke Papua dengan penuh suka duka. Alhamdulillah, kini DDI berkembang dan sudah memiliki pengurus, bahkan salah satu kadernya menjadi Wakil Wali Kota Jayapura. Kita ini tidak ada apa-apanya dibanding perjuangan para Anre Gurutta,” ungkapnya.
Di penghujung acara, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menyampaikan beberapa pesan penting, termasuk kabar bahwa dirinya sedang dipertimbangkan menjadi penasihat Kerajaan Arab Saudi dalam bidang keagamaan.
Beliau juga memberikan motivasi kepada generasi muda agar menjadi generasi yang intelektual dan kuat secara spiritual.
Selain itu, Menag meminta dukungan dan doa terkait perjuangannya mendorong pengesahan UU Pesantren, agar perlakuan pemerintah terhadap pondok pesantren setara dengan sekolah negeri, baik dari sisi fasilitas maupun kesejahteraan tenaga pendidiknya.
“Sekolah umum hanya mempelajari ilmu dunia—pikiran dan akal. Sementara pesantren mempelajari ilmu dunia dan ilmu agama, yang menyeimbangkan akal, pikiran, dan iman dalam hati,” tuturnya.
Haul ke-29 AG. H. Abdurrahman Ambo Dalle tahun ini kembali menegaskan kuatnya ikatan keluarga besar DDI di seluruh Nusantara. Selain menjadi ajang mengenang perjuangan sang pendiri, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat silaturahmi, memperteguh nilai Ahlusunnah wal Jama’ah, serta mendorong penguatan pendidikan pesantren di Indonesia. (d11/dlk**)











