Sementara itu, Direktur PAM Tirta Karajae Parepare, Andi Firdaus Djollong, menjelaskan bahwa pihaknya memang tengah berupaya meningkatkan pelayanan dari sekadar air bersih menjadi pelayanan air minum aman. Ia mengakui tantangan utama dalam mewujudkan hal ini adalah biaya investasi yang tidak sedikit.
“Peningkatan pelayanan ke arah air minum aman memang memerlukan investasi besar, tapi bukan berarti tidak bisa dijalankan. Justru kami melihat keberadaan PT Lesso Teknologi Indonesia ini bisa menjadi solusi investasi yang tepat untuk mewujudkannya,” ungkap Andi Firdaus.
Andi Firdaus Djollong berharap, melalui komunikasi dan penjajakan yang intensif, akan tercapai kesepahaman dan titik temu antara PAM Tirta Karajae dan PT Lesso.
Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk menjadikan layanan air minum aman sebagai kenyataan yang bisa dinikmati masyarakat Parepare.
“Mudah-mudahan ada titik temu di antara kami sehingga konsep air minum aman ini bisa kami jalankan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kota Parepare,” tandas Andi Firdaus. (d11/dlk**)











