Kapal Milik PT. Pelni Diduga Komersialkan Alat Keselamatan dan Fasilitas Matras di Atas KM Tidar

Namun, dugaan penyewaan sekoci, kata Eko Budi akan menjadi perhatian pihak PT Pelni.

Dia berjanji akan semakin memperketat pengawasan baik sebelum maupun saat kapal berlayar yang berlabuh di Parepare.

“Kalau ada yang melewati batas tentu akan kita tegur. Ke depannya akan kita lakukan perbaikan pada sektor yang masih lemah. Terkait dugaan penyewaan sekoci, tentu akan jadi atensi untuk kita telusuri. Kita akan cari oknum yang diduga mempersewakan sekoci maupun matras di area kapal,” terangnya.

Sementara Kepala Seksi Status Hukum Sertifikasi Kapal Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Parepare, Andi Agussalim mengatakan, KM Tidar yang sempat bersandar di dermaga terminal Pelabuhan Parepare, di luar otoritas pihaknya.

“Saat bersandar dimusim arus mudik lalu kita tidak memiliki kapasitas melakukan ramp check atau uji petik sebelum kapal berlayar untuk memastikan layak laut. Karena KM Tidar hanya kapal pengganti,” paparnya.

Namun secara umum tambah Agussalim, seluruh kapal yang bersandar di dermaga Parepare, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan terkait layak berlayar. Termasuk alat keselamatan.

“Khusus area sekoci kita dilakukan verifikasi pengadaan papan bicara sebagai area terbatas yang hanya boleh untuk kru kapal. Terkait pengawasan dan keselamatan penumpang itu tanggungjawab nahkoda,” tandasnya. (d11/dlk#)

Related posts