PINRANG, DELIK.ID – Kebijakan pemerintah untuk pengadaan Buku Amaliah Ramadan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pinrang menuai sorotan sejumlah pihak.
Itu lantaran pengadaan buku isian murid untuk tingkat SD dan SMP tersebut, diduga diatur oleh orang dekat pejabat.
“Indikasinya ada oknum ASN di Kantor Disdik Pinrang adalah orang dekat pimpinan pejabat, yang kami duga mengatur untuk mengambil keuntungan pribadi. Mengatur dan mengintevensi pihak sekolah, Korwil, dan penerbit soal harga,” ucap koordinator ITCW, Jasmir Laintang. (18/5/202).
Berdasarkan temuanya di lapangan, Jasmir mengungkapkan bahwa buku itu dianggarkan sebesar Rp15 ribu/exampler yang dananya bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Harga umumnya buku jenis serupa dilansir pada sejumlah toko online berkisar Rp2.500 – Rp3.500. Artinya ada indikasi markup karena ada selisih harga yang signifikan. Buku itu sudah dicetak sekitar 35 ribu eksampler. Temuan kami ada pihak Korwil dan penerbit dipaksa agar dianggarkan Rp15rb/eks bukan sesuai harga normal,” terangnya.
Jasmir pun meminta kepada aparat hukum turun melakukan penyelidikan. Jangan tebang pilih dan usut tuntas para aktornya, termasuk dugaan keterlibatan oknum ASN serta bekingnya.
“Kalau soal korupsi kita tentu sepakat untuk memberantasnya. Kita minta aparat hukum melakukan penyelidikan. Usut tuntas meskipun ada indikasi aktornya merupakan orang dekat oknum pejabat yang juga jadi beking,” pungkasnya.











