Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdik Pinrang, Muktar, kepada wartawan membantah perihal kasus yang disebut-sebut melibatkan dirinya tersebut.
Muktar berdalih jika harga di toko online yang dijadikan dasar itu berbeda dan tidak bisa dijadikan acuan.
“Itu harga ‘shopee’ pak. Coba bandingkan harga daerah lain,” dalih dia.
Muktar beralasan bahwa semua barang jika menggunakan standar harga onlien, pasti murah karena tidak bisa dijamin ketersediaan barangnya.
“Harga Shopee itu tidak bisa jadi standar untuk membuat HPS, coba liat harga barang disana ada yang murah nya tidak masuk akal tapi begitu pesan barang belum tentu datang, pajak belum masuk, ongkir juga belum banyak barang yg bukan aslinya dan biasa tidak sesuai dengan gambar,” kata dia.
Jika dikomparasi dengan harga jenis buku yang sama dengan estimasi Rp3.500, harga buku amaliah yang dibeli tiap sekolah sebesar Rp15.000 lebih dari empat kali lipat.
Adapun total buku pengadaan amaliah ramadan tahun 2023 ini sekitar Rp35 ribu exampler yang anggarannya mencapai Rp525 juta. (d11/dlk#)











