Menuju Warisan Budaya Dunia, Peserta Saeyyang Pattudu Tampil Memukau

Peserta Festival Saeyyang Pattudu menamilkan atraksi di depan perwakilan Unesco dan Undangan.

Ia juga menyampaikan, terimakasih kepada seluruh masyarakat Polman dan Perwakilan UNESCO yang telah hadir menyaksikan festival saeyyang pattudu. Ia meminta kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan agar melengkapi seluruh persyaratan yang diminta UNESCO.

“Warisan budaya nenek moyang kita ini harus terus kita jaga kelestariannya dengan terus menggelorakannya dan memotivasi pemilik kuda menjaga tradisi ini,”terang Andi Ibrahim Masdar.

Read More

Ia juga mangatakan di Polman ada banyak budaya yang mesti didaftarkan untuk mendapat pengakuan dunia.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Polman Andi Masri Masdar kegiatan ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak dan kerja keras jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Polman.

“Kita lakukan koordinasi dengan UNESCO dengan Dirjen Kebudayaan sehingga acara ini bisa dihelat dan rangkain kegiatannya akan digelar esok untuk focus group discussion,” jelas Andi Masri.

Lanjutnya, proses ini tidak berhenti sampai disini tapi prosesnya masih panjang dan kami dari Dinas sudah menyiapkan berbagai dokumen penunjang agar saeyyang pattudu ini bisa benar-benar menjadi warisan budaya dunia yang memang bukan hanya milik Polman dan Indonesia tapi semua dunia.

Dapat rezeki tambahan dari ajang Festival, para peserta terdiri dari pemain rebana dan pesarung mengungkapkan kebahagian tersendiri dari pelaksanaan Festival tersebut. Menurut mereka kegiatan seperti adalah rezeki tambahan bagi mereka diluar kegiatan lainnya.

“Kami senang ada kegiatan seperti ini karena ini adalah budaya kita yang memang harus dijaga.” jelas Imran.

Peserta lainnya juga mendalat rezeki tambahan karena mendapat upah sebagai pesarung dan sebagai penabuh rebana, meski nilainya tak seberapa mereka tetap senang bisa ikut serta mensukseskan kegiatan budaya asli mandar. (bdt)

Related posts