Rakor TIPB Hari Kedua: Belajar Dari Gempabumi Malang Jatim

JAKARTA, DELIK.ID  – Gempabumi dengan magnitudo (M) 6,1 menguncang beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada 10 April 2021 lalu. Guncangan gempa dirasakan di 33 Kabupaten Kota mengakibatkan sebanyak 10 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat, 6 orang luka sedang dan 97 orang luka ringan. Dampak gempabumi juga menyebabkan sejumlah kerusakan dengan kategori sedang hingga berat serta sebanyak 1.879 orang mengungsi.

Fenomena ini mendorong semua pihak untuk membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama. Untuk itu, Tim Intelijen Penanggulangan Bencana (TIPB) mengangkat tema gempabumi Jatim dalam Rapat Koordinasi (Rakor) hari ke dua pada Jumat (30/4).

TIPB yang terbentuk sejak tahun 2019 diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat dan melakukan evaluasi hingga menganalisis data yang merupakan hal penting dalam membuat strategi dan kebijakan. Hal ini disampaikan Plt. Deputi Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Raditya Jati dalam sambutannya sekaligus membuka Rakor TIPB hari kedua.

“Saya rasa kita Tim Intelijen dapat memberikan analisis data, dan berharap dari Rakor ini dapat menjadi hal penting penentuan strategi dan kebijakan kebencanaan,” ujarnya melalui media daring.

Raditya juga mengajak stakeholder dan pemangku kebijakan untuk berani belajar dari kesalahan atau kekurangan dalam menghadapi bencana-bencana sebelumnya. Kesalahan dan kekurangan dalam mengantisipasi kejadian-kejadian bencana yang lalu dapat dijadikan bahan pembelajaran yang sangat penting hingga ketangguhan masyarakat dapat terwujud.

Gempabumi Jatim merupakan contoh pembelajaran berharga bagi penanggulangan bencana. Kesiapan daerah Provinsi Jatim serta kerjasama dukungan dari berbagai pihak (pentaheliks) terbukti mampu menekan jatuhnya semakin banyak korban. Tenaga Ahli Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim, Suban Wahyudiono menyampaikan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan bencana telah dibangun melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat seperti Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami dan Ekspedisi Destana Gempabumi.

Related posts