Kapolsek Yusuf tidak membantah jika ia orang yang dihubungi oleh resepsionis hotel Lotus saat itu.
“Jadi terkait isu oknum Polisi menghalangi Satpol PP itu tidak benar. Saat operasi berlangsung saya di telepon oleh warga, Sabril, terkait adanya kejadian disalah satu hotel. Saya langsung respon laporan itu lalu memerintahkan anggota untuk mengecek kejadian yang dilaporkan,” katanya.
AKP Muh Yusuf menambahkan, salah satu anggota melaporkan kembali terkait laporan warga, yang ternyata adanya Satpol PP yang menggelar operasi.
“Saya menerima laporan, dari anggota bahwa adanya kegiatan operasi yang dilakukan oleh Satpol PP. menanggapi laporan anggota, saya memerintahkan anggota untuk berkoordinasi dan membackup kegiatan tersebut, menghindari terjadinya tindak kriminal yang berada di Hotel ini,” tambahnya.
Kapolsek Yusuf meminta Satpol-PP berkoordinasi sebelum melakukan operasi, agar pihaknya menyiapkan personel untuk membackup kegiatannya, guna mengantisipasi tindakan kriminal.
Sekretaris Tim Pengamanan Gugus Tugas Kota Parepare, Prastyo berharap adanya dukungan TNI-POLRI dalam melakukan operasi.
“Kami sangat terbantu, bila TNI-POLRI ingin melibatkan diri dalam operasi yang kami baik itu oprasi Yustisi maupun Penegakan Perda,” ungkap dia.
Prastyo mengaku tidak merasa dihalangi polisi namun lebih kepada adanya miskomunikasi.
“Sama sekali tidak benar kami ini hanya miskomunikasi saja dan tidak ada oknum polisi yang mengahalangi, saat kami melakukan operasi di sejumlah tempat penginapan dan hotel,” tutup Prastyo. (d13/dlk)











