Sejarah Istilah Mudik: Dari “Udik” hingga Tradisi Pulang Kampung Saat Lebaran

JAKARTA, DELIK.ID — Tradisi mudik menjelang Hari Raya Idulfitri telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Setiap tahun, jutaan perantau pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, tidak banyak yang mengetahui asal-usul istilah “mudik”.

Secara etimologi, kata mudik berasal dari kata “udik” yang berarti daerah hulu, pedalaman, atau kampung halaman. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, mudik diartikan sebagai perjalanan menuju udik atau kembali ke kampung halaman.

Selain itu, ada pula pendapat yang menyebut istilah mudik berasal dari bahasa Jawa “mulih dilik” yang berarti pulang sebentar. Istilah tersebut kemudian berkembang menjadi kata yang umum digunakan untuk menggambarkan aktivitas perantau yang pulang ke kampung halaman.

Antropolog dari Universitas Gadjah Mada, Heddy Shri Ahimsa-Putra menjelaskan bahwa istilah mudik juga berkaitan dengan budaya masyarakat Melayu yang dahulu melakukan perjalanan dari wilayah hilir menuju hulu sungai untuk kembali ke daerah asal.

“Ketika masyarakat mulai merantau ke kota-kota besar untuk bekerja, istilah mudik semakin dikenal sebagai aktivitas kembali ke kampung halaman,” ujarnya.

Related posts