Selama tujuh hari operasi, Tim SAR gabungan menyisir area hutan dan perbukitan dengan berbagai metode, mulai dari pencarian darat, udara, hingga penggunaan peralatan khusus. Setiap temuan dievakuasi dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan terhadap korban.
Tangis yang pecah di posko induk bukan sekadar luapan emosi, melainkan wujud empati dan penghormatan terakhir bagi para korban. Operasi SAR kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol akhir dari tugas kemanusiaan sekaligus penghormatan bagi mereka yang telah berpulang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam, perlengkapan, dan prosedur operasi, terdapat hati nurani dan kemanusiaan yang bekerja tanpa pamrih demi menyelamatkan dan memuliakan sesama.
Operasi pencarian mungkin telah selesai, namun duka dan doa untuk para korban akan terus mengiringi, seiring proses selanjutnya yang akan ditangani oleh pihak berwenang. (D11)











