Forum Humas: Arsitek Komunikasi PTMA Se-Indonesia Kumpul di Yogyakarta, UMPAR Ambil Peran Strategis

Prof. Irwan juga mengingatkan pentingnya disiplin komunikasi internal. Ia mengibaratkan PTMA sebagai “satu kapal besar” yang dapat goyah bila terjadi kebocoran informasi yang seharusnya diselesaikan secara internal. Tidak semua persoalan layak dipublikasikan, terutama bila dapat menggerus kepercayaan publik.

UMPAR Bagikan Praktik Baik Komunikasi Komunitatif

Sesi berikutnya diisi dengan sharing session praktik baik dari berbagai kampus. Perwakilan UMPAR, Sekretaris Universitas, Ridwan Syam, memaparkan pengalaman UMPAR dalam membangun pola komunikasi berbasis kedekatan komunitas serta pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pesan kampus tanpa meninggalkan karakter keislaman dan kemuhammadiyahan.

Forum juga membahas pengelolaan krisis, penguatan branding, strategi komunikasi digital, dan literasi media bagi sivitas akademika. Para peserta sepakat bahwa humas perguruan tinggi kini memikul peran strategis dalam membangun kepercayaan publik dan menangkal disinformasi.

Hasil Forum dan Harapan ke Depan

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyusunan rekomendasi kerja sama komunikasi antar-PTMA, baik dalam pertukaran konten, dukungan publikasi, maupun pengembangan pelatihan bersama. Melalui forum ini, kehumasan PTMA diharapkan dapat bergerak lebih terpadu, saling menguatkan, dan memperkokoh reputasi akademik serta kontribusi sosial kampus Muhammadiyah–’Aisyiyah di Indonesia.

Bagi UMPAR, keikutsertaan dalam forum ini menjadi momentum memperluas jaringan dan mempertegas komitmen untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik. Para peserta pulang membawa gagasan baru, jejaring baru, serta harapan akan wajah komunikasi perguruan tinggi Muhammadiyah yang lebih adaptif, profesional, dan berdaya saing. (D11)

Related posts