BITUNG, DELIK.ID – Suasana penuh harapan menyelimuti Sekretariat KALEB Community, tempat digelarnya Sosialisasi dan Technical Meeting Program PADU (Pusat Ajar Disabilitas Unggul) yang diinisiasi oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal Bitung. Program ini menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam memperjuangkan akses pendidikan dan peluang ekonomi yang lebih setara bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan tersebut dihadiri calon peserta pelatihan, orang tua dan wali, tutor profesional, serta perwakilan Sekolah Luar Biasa (SLB). Mereka yang hadir tidak sekadar mengikuti sosialisasi, tetapi membawa harapan besar mengenai masa depan para siswa difabel di Kota Bitung.
Selama ini, banyak SLB menyuarakan keresahan terkait transisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan formal. Tidak sedikit lulusan yang kesulitan mencari ruang untuk mengekspresikan kemampuan, apalagi memperoleh peluang kerja atau keterampilan produktif. Kondisi inilah yang ingin dijawab oleh Program PADU.
Program PADU tahun ini menghadirkan lima kelas pelatihan vokasional yang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja dan potensi lokal, yaitu:
Membatik, Produksi Kriya, Barista, Menjahit, dan Dasar Komputer.
Setiap kelas akan dibimbing oleh tutor profesional yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membuka akses magang serta peluang kerja bagi peserta di masa mendatang. Relawan komunitas lokal turut terlibat agar pembelajaran berlangsung inklusif, hangat, dan suportif.
Integrated Terminal Manager Bitung, Muhammad Dody Iswanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa PADU merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas.











