“PADU bukan sekadar pelatihan keterampilan, tetapi sebuah ekosistem yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk tumbuh, belajar, dan mandiri. Kami ingin membuka jalan bagi mereka agar punya kesempatan yang setara dan masa depan yang jelas. Program ini adalah jawaban atas keresahan para guru SLB mengenai kelanjutan anak-anak mereka setelah lulus,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis pelaksanaan pelatihan, alur pembelajaran, mekanisme koordinasi multipihak, serta sesi tanya jawab yang membuka ruang komunikasi terbuka antara peserta, orang tua, dan penyelenggara.
Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menambahkan bahwa PADU merupakan bagian dari kontribusi Pertamina dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:
-SDG 4 – Pendidikan Berkualitas
-SDG 8 – Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi
-SDG 10 – Mengurangi Kesenjangan
“Melalui PADU, kami berupaya membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif serta menghadirkan perubahan nyata bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan program ini terus berkelanjutan dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung olehmasyarakat,” jelasnya. (D11)











