“Desa Kadundung adalah bukti bahwa pendekatan rasional dan musyawarah mampu menciptakan suasana damai dan produktif. Ini seharusnya bisa menjadi role model bagi desa-desa lain di lingkar tambang,” ungkap Najamudin.
Ia juga mengapresiasi sinergi positif yang terbangun antara Pemerintah Kabupaten Luwu, PT Masmindo Dwi Area (MDA), dan masyarakat melalui Forum Desa. Forum tersebut dinilai sebagai langkah maju dalam membangun komunikasi terbuka dan kolaboratif, terutama di Kecamatan Latimojong yang menjadi pusat kegiatan pertambangan emas.
“Inisiatif ini membuktikan bahwa pemerintah, perusahaan, dan masyarakat bisa duduk bersama mencari solusi terbaik tanpa harus menempuh jalur konfrontatif,” tambahnya.
Menurut Najamudin, Forum Desa menjadi wujud nyata komitmen semua pihak untuk menciptakan hubungan yang produktif dan saling menguntungkan. Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Pokja Percepatan dan Kolaborasi Investasi terus memperkuat perannya dalam mengawal iklim investasi yang sehat di Latimojong.
Pokja tersebut berfungsi sebagai mediator sekaligus penjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan perusahaan, memastikan komunikasi tetap harmonis di lapangan.
Melalui semangat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, Desa Kadundung kini menjadi simbol harmoni dan kematangan sosial di wilayah lingkar tambang Latimojong — bukti bahwa pembangunan dan investasi dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai kemanusiaan, selama semua pihak mau saling mendengar dan menghormati. (d11/dlk**)











