“Kami bergerak cepat sesuai arahan Bapak Wali Kota. Penambahan armada ini penting untuk memastikan target pembersihan dapat tercapai sebelum curah hujan meningkat,” kata Budi Rusdi.
Hingga saat ini, kegiatan pembersihan telah mencakup sepanjang 2.259 meter di Segmen 1 dan 1.150 meter di Segmen 2 dari total panjang sungai sekitar 8.830 meter yang terbagi dalam enam segmen.
Pembersihan dilakukan mulai dari Hulu Sungai Jawi-Jawi hingga Hilir Sungai Karajae, dengan tujuan memastikan aliran air tetap lancar dan tidak terjadi penyumbatan yang berpotensi menimbulkan banjir.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengerukan endapan dan sampah di dasar sungai, tetapi juga mencakup penataan bantaran sungai agar lingkungan sekitar lebih bersih dan tertib.
Pemerintah Kota Parepare juga mengajak partisipasi aktif masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke aliran sungai.
“Pembersihan sungai ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama. Kami berharap masyarakat dapat mendukung penuh agar upaya menjadikan Parepare bebas banjir bisa terwujud,” tambah Budi Rusdi.
Ke depan, kata dia, Dinas PUPR berkomitmen menjadikan kegiatan pembersihan sungai sebagai program rutin tahunan yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi permanen dalam mengatasi potensi banjir, sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Parepare. (d11/dlk)











