Menanggapi capaian ini, Wali Kota Tasming Hamid menyampaikan rasa syukurnya dan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung upaya ini, termasuk para petani dan jajaran Dinas PKP.
Namun, ia juga menyadari keterbatasan lahan pertanian produktif di wilayah kota.
“Kami menyadari area pertanian produktif kita cukup terbatas. Oleh karena itu, saya meminta Kadis PKP untuk mengkaji ulang konsep pertanian kita. Jika memang menguntungkan dan bermanfaat bagi petani, kenapa tidak kita menjadikan Parepare sebagai kota penghasil benih padi?” ujar Tasming Hamid.
Lebih lanjut, Tasming menegaskan bahwa pemerintahannya juga telah merealisasikan janji politik kepada petani dan nelayan, yaitu pemberian perlindungan melalui program asuransi.
“Alhamdulillah, tahun 2025 ini kita sudah wujudkan asuransi bagi petani dan nelayan. Sudah kita anggarkan di APBD Perubahan untuk memasukkan mereka dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Tasming.
Panen perdana benih padi ini menandai tonggak penting dalam pengembangan pertanian di Kota Parepare, sekaligus membuka peluang menjadikan kota ini sebagai sentra penghasil benih unggulan di Sulawesi Selatan. (d11/dlk**)











