“Alhamdulillah, kami mendukung penuh peluncuran Posyandu Kesehatan Jiwa atau Posyandu ODGJ ini. Ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat pelayanan kesehatan jiwa di Kota Parepare,” kata Arfiah dalam sambutannya.
Ia menambahkan, Posyandu ODGJ ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam layanan promotif, preventif, dan kuratif bagi masyarakat, khususnya dalam menangani persoalan kesehatan jiwa.
“Melalui posyandu ini, kita berharap tercapainya tiga hal penting: Pertama, aksesibilitas—masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan jiwa seperti deteksi dini, konsultasi, dan rujukan. Kedua, keterjangkauan—layanan harus dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Ketiga, pendampingan—ODGJ dan keluarganya harus mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan dalam proses pemulihan,” jelasnya.
Arfiah juga menyoroti tantangan besar berupa stigma negatif terhadap ODGJ di masyarakat. Menurutnya, Posyandu ODGJ tidak hanya hadir untuk memberikan layanan medis, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan sosialisasi untuk mengikis stigma tersebut.
“Keberhasilan Posyandu ini tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga pada partisipasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberikan pelayanan terbaik, membangun komunikasi yang baik dengan ODGJ dan keluarganya, serta terus menguatkan solidaritas sosial di Kota Parepare,” pungkasnya. (d11/dlk**)











