Pemuda Luwu Kawal Investasi: Tambang PT MDA Bukan Bencana, Tapi Harapan Baru Masyarakat

Selain aspek legalitas dan kultural, Dedy juga menyoroti kontribusi sosial-ekonomi yang telah diberikan MDA kepada masyarakat setempat. Dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga program pelatihan, bantuan pendidikan, dan pembangunan fasilitas umum, ia menilai opini tersebut sengaja menutup mata terhadap fakta-fakta positif yang ada.

“Lebih dari 70 persen tenaga kerja berasal dari lokal. Kami tahu karena kami ikut memantau. CSR juga berjalan. Kritik boleh, tapi jangan menutup mata atas kontribusi yang nyata,” katanya.

Tak hanya itu, Dedy juga menyebut adanya potensi konflik kepentingan dalam opini yang ditulis oleh Tandiesak Parinding. Ia menilai narasi tersebut cenderung bersifat personal, politis, dan jauh dari objektivitas.

“Opini dia lebih cocok disebut cerpen. Bahasa yang digunakan tidak objektif dan penuh bumbu politik. Kalau benar peduli masyarakat, mari duduk bersama, bukan memprovokasi dengan narasi dramatis,” imbuhnya.

Kopi Luki menyerukan agar publik bersikap kritis, namun tetap jernih. Mereka menilai investasi sah seperti yang dijalankan PT MDA perlu dikawal bersama, bukan justru dihambat oleh narasi-narasi penuh prasangka.

“Kami tidak sedang membela perusahaan. Kami membela masa depan kampung halaman kami agar tidak terus dijadikan komoditas politis oleh segelintir elit,” pungkas Dedy. (d11/dlk)

Related posts