Kepala Pusat Strategi Kebijakan Politik Hukum dan Pemerintahan Kemendagri itu menjelaskan, antisipasi banjir melibatkan berbagai aspek, mulai dari pembersihan saluran air hingga memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik.
Dia juga menginstruksikan kepada jajarannya agar menggencarkan kampanye kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, yang dapat menyumbat aliran air dan memicu banjir.
Menurut dia, koordinasi dengan berbagai lembaga terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup, menjadi kunci dalam upaya mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
“Melalui kerjasama lintas sektor, kami tentu harapkan respon terhadap potensi bencana dapat lebih efektif dan efisien. Warga juga kami imbau untuk tetap waspada dan mematuhi petunjuk evakuasi jika diperlukan. Pendidikan masyarakat tentang tata kelola lingkungan yang baik menjadi elemen penting dalam membangun ketahanan terhadap bencana alam,” ungkapnya.
Akbar Ali menegaskan dengan langkah-langkah antisipatif ini, pihaknya bersama instansi terkait berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga Parepare.
“Upaya ini menjadi bukti nyata bagaimana pemerintah kota Parepare dapat berperan aktif dalam melindungi masyarakatnya dari ancaman banjir selama musim hujan kedepan,” tandas Akbar Ali. (d11/dlk*)











