“Seluruh potensi yang ada kita kerahkan. Diantaranya menyiapkan secara matang lokus inovasi yang menjadi penilaian diantaranya Pasar WekkeE, kampung buah, kampung KB, kader keluarga posyadu, UMKM, Pos Ronda, kelompok wanita tani, serta rumah kreatif Galung Maloang. Kita libatkan juga PKK remaja, Komunitas Keamanan Pangan, serta kader PKK kelurahan,” Saharuddin memaparkan.
Sementara Lurah Galung Maloang, Zilkifli mengatakan, UMKM kelurahan yang dipimpinnya dilakukan secara maksimal, sehingga puluhan UMKM yang ada di kelurahan tersebut berhasil mengantongi sertifikat dari BPOM.
Pembardayaan masyarakat tani, kata dia, juga digalakkan melalui inovasi kampung buah yang membudidayakan beragam buah. Sementara pembinaan terhadap masyarakat pelaku UMKM di Galung Maloang juga dilakukan.
“UMPM yang memproduksi berbagai panganan yang tentunya aman untuk dikomsumsi karena telah melalui proses pengujian dari Dinas Kesehatan dan BPOM. Dan makanan bersertifikat BPOM, merupakan salah satu kretaria lomba,” katanya.
Pihaknya berharap, ke depan lebih ditingkatkan kepedulian dan gerakan bersama yang terintegrasi serta berkelanjutan, untuk mengatasi berbagai permasalahan terkait panganan sehat. (d11/dlk#)











