POLEWALI, DELIK.ID — Antisipasi terjadinya Inflasi, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar gelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Waspada Isu Elnino dalam pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Aula Sipamandaq Balitbangren Polman.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Polman H.M Natsir Rahmat, Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Sukirman Saleh, Perwakilan BI Achmad, BPS Saefuddin, BMKG Akhsan, Ketua Pengadilan Agama Polewali Marwan Wahdin, Ketua Komisi II Rudi Hamzah dan para Kepala OPD yang menjadi peserta rapat.
Wakil Bupati Polman H.M Natsir Rahmat menyampaikan, atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Polman saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Perwakilan BI dan Forkopimda serta tim pengendali inflasi daerah Kabupaten Polman atas peran dan kemitraan yang terbangun dengan baik selama ini. Sehingga berbagai agenda pengendalian Inflasi daerah dapat terlaksana sebagaimana mestinya.
Empat kunci pengendalian inflasi di Polman berdasarkan road map yang telah disusun hingga 2024 yakni keterjangkauan harga dinas dengan rutin melakukan perantauan harga bapok, ketersediaan pasokan dengan rutin melakukan pengecekan gudang distributor terhadap ketersediaan pasokan Balik, menjaga kelancaran distribusi dinas dengan strategi melakukan monitoring proses distribusi bahan pokok dan bahan penting lainnya dari distributor ke pedagang atau pelaku UMKM.
Melakukan Komunikasi efektif dengan menggelar rapat rutin tim pengendali inflasi daerah (TPID) Polman, menyampaikan laporan secara rutin, dengan demikian suasana perkembangan ekonomi Polman cukup terkendali baik.
“Melalui kesempatan ini saya ingatkan kembali bahwa sinergitas dan kolaborasi dalam upaya pengendalian inflasi menjadi sangat penting untuk semua stake holder demi menjaga agar inflasi tetap terkendali,” ujar Wabup Polman Natsir Rahmat. Rabu 5 Juli.
Lanjutnya, kita juga harus tetap waspada isu El Nino. Meski isu ini bukan hal baru akan tetapi anggota TPID wajib waspada karena isu ini menjadi atensi pemerintah dan Presiden.
Ketua Komisi III Rudi Hamzah menyampaikan, ini adalah moment yang sangat tepat untuk mendiskusikan kaitannya dengan inflasi apalagi yang hadir adalah yang berkompeten seperti BI, kemudian ada BPS yang tahu kondisi ril seperti harga bapok di tingkat masyarakat yang setiap tahun permasalahannya selalu meningkat.
“Posisi pemerintah kadang kita dilema dihadapkan dengan inflasi karena kelompok produsen menginginkan harga jual yang tinggi sementara konsumen menginginkan harga lebih rendah yang membuat dilema,” ujar Rudi Hamzah.
Beberapa waktu lalu kami didatangi dua kelompok masyarakat, pertama karena adanya lonjakan harga bapok yang persoalkan, kemudian kedua didatangi petani mengeluh harga pembelian gabah.









