PAREPARE, DELIK.ID – Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) menggelar kegiatan sosialisasi perihal isu strategis bidang prasarana dan integrasi moda pada Rabu (10/5) yang mengusung tema “Sosialisasi Kebijakan dan Strategi Pengembangan Perkeretaapiaan Makassar – Parepare dalam Mendukung Pariwisata”.
Dalam hal ini Badan Kebijakan Transportasi berkolaborasi dengan mitra strategis Komisi V DPR RI untuk mendapatkan aspirasi dari masyarakat dan menyiapkan strategi rekomendasi kebijakan yang tepat dalam tahapan pembangunan layanan kereta api Makassar – Parepare.
Rencana jalur KA antara Makassar–Parepare ini merupakan bagian dari rencana trans kereta api Sulawesi yang akan menghubungkan Sulawesi Selatan–Sulawesi Barat–Sulawesi Tengah–Sulawesi Utara, dengan maksud dan tujuan yaitu untuk mendukung program Domestic Connectivity, menyediakan akses jalur KA menuju kawasan pelabuhan, dan mewujudkan kebijakan transportasi ramah lingkungan.
Analis Kebijakan Utama Badan Kebijakan Transportasi, Umar Aris menyampaikan bahwa saat ini pengoperasian kereta api sudah mencakup lintas pelayanan Stasiun Marros ke Stasiun Garonggong yang selanjutnya pembangunan akan dilanjutkan dari Stasiun Garonggong ke Stasiun Parepare.
Untuk itu diperlukan kesiapan pada lintas yang akan dibangun di tahap berikutnya tersebut, mulai dari infrastruktur, integrasi moda, sumber daya manusia dan tata kelola operasi, sehingga layanan kereta api ini dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Pembangunan perkeretaapian di wilayah Makassar – Parepare diharapkan dapat meningkatkan perekonomian, antara lain dengan memberikan aksesibilitas ke lokasi-lokasi wisata yang sudah ada maupun peluang-peluang destinasi wisata lainnya yang perlu dikembangkan.
“Pembangunaan perkeretaapian tidak hanya sebagai sarana angkutan massal namun diharapkan dapat menumbuhkan multiplier effect perekonomian khususnya melalui sektor pariwisata,” ujarnya.
“Layanan kereta api ini menjadi suatu momentum bagi dunia usaha untuk menumbuh kembangkan kepariwisataan yang terintegrasi dengan stasiun terdekat. Terlebih, wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dengan luas kurang lebih 46 ribu km persegi, memiliki potensi komoditas mikro yang dapat di angkat popularitasnya untuk menjadi daya tarik wisata,” tambahnya.
Berdasarkan hasil identifikasi awal pembangunan jalur KA Makpar, terdapat potensi angkutan barang bersumber dari potensi pertanian, produksi semen, dan angkutan peti kemas yang memungkinkan terdapat pergantian moda transportasi dari trucking.
Hal yang sama juga berlaku untuk potensi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Beberapa lokasi wisata sedang dikembangkan dan menjadi tujuan favorit masyarakat yang jaraknya kurang dari 5 km dari stasiun KA seperti wisata Tonasa Park (2,1 km dari Sta Mangilu), Wisata Alam Raman-Ramang (1,7 km dari Sta. Ramang-Ramang), dan Pulau Dutungan (4 km dari Sta Palanro) dimana keberadaan kawasan wisatawan tersebut tentu memerlukan kesiapan sarana dan prasarana transportasi.
Wakil Walikota Parepare, Andi Pangerang Rahim, menuturkan bahwa Kota Parepare merupakan salah satu kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang sering dikunjungi dan hadirnya perkeretaapian di Kota Parepare merupakan wujud dari implementasi teori telapak kaki, yang mana semakin banyak orang yang berkunjung ke Parepare, tentu roda perekonomian di Kota Parepare akan ikut bergerak











