Wali Kota dua periode itu menjelaskan, dengan hanya berbekal bambu runcing para pahlawan dengan semangat bergerak serempak menghadang musuh yang merupakan pemenang perang dunia dengan persenjataan terbaiknya.
Rakyat, lanjut dia, bergandengan tangan dengan para tokoh masyarakat dan pemuka agama, berikut dengan pengikut dan para santri, laskar pemuda, dan pejuang dari seantero Nusantara, semuanya melebur jadi satu. Merdeka atau mati.
“Para pejuang kemerdekaan Indonesia secara gagah berani melawan tentara-tentara musuh yang bersenjata lengkap, mereka telah berkorban sampai tetes darah penghabisan,” kata Taufan Pawe.
Menurut Walikota berlatar belakang doktor hukum ini, hari ini pun rakyat Indonesia berada dalam perjuangan besar menaklukkan ancaman dan tantangan yang nyata seperti pemanasan global yang memicu beragam bencana alam serta kelangkaan pangan, energi dan air bersih.
“Kesiapsiagaan kita menghadapi bencana alam termasuk pandemi Covid-19 serta kelangkaan sumber daya harus senantiasa diperjuangkan. Para pahlawan telah mengajarkan bahwa kita bukan bangsa pecundang, sebesar apapun tantangan akan dihadapi dengan tangan mengepal dan dada bergelora,” tutup Taufan Pawe. (*d11/dlk)











