Kata Yusus, meski BBM yang dihasilkan dari cacahan sampah plastik dapat digunakan untuk kendaraan, namun orientasi penggunaan alat ini, untuk meminimalkan sampah sampah plastik di lingkungan dan membantu BBM masyarakat pesisir.
” Pada tahun 2018 Detsilator kami pernah digunakan untuk membantu nelayan di daerah pesisir di Kuri Caddi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan untuk membantu bahan bakar perahu nelayan dan sebagai bahan bakar penerangan di rumah warga di sana. ” Aku Yusuf
Alumni Fakultas Kelautan Unhas ia ciptakan awalnya hanya untuk mengurangi sampah plastik. Ia menciptaan Destilator itu dibantu oleh Asrul, Akbar dan Syafriman dan salah seorang teman alumni Fakultas Tekhnik Unhas.
” Kami bertiga mencari literatur dan referensi tentang inovasi pengolahan sampah jadi BBM hasilnya, sudah bisa kita nikmati saat ini. Untuk pembuatan Destilator itu sendiri kita mengeluarkan dana Rp3 juta, jika dilengkapi dengan Panel Surya dan slang air .” Papar yusuf
Alat ini sempat ditampilkan pada Pekan Ilmah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tahun 2018 yang diselenggarakan di Yogyakarta. (D11)











