Bahkan dalam kitab Muhammad Sang Teladan karya Abdurrahman As-Syarqawi dijelaskan, tradisi jahiliyah ini mengakar di Mekkah. Misalnya, status perempuan yang tidak pernah dianggap sebagai manusia seutuhnya kerap dijadikan sebuah komoditas seksual semata.
“Jadi pantaslah jika kita sebagai wanita harus paling pertama berterima kasih kepada beliau (Nabi Muhammad saw),” ulang Erna, menekankan di hadapan para Pengurus IWAPI Sulsel ini.
Dalam ceramah maulid itu, Erna terlihat mampu mencairkan suasana dengan lomba salawat ala ERAT (Erna Rasyid Taufan) yang ia populerkan di kalangan Majelis Taklim.
Lomba shalawat sebagai upaya pembiasaan melantunkan salawat kepada Nabi Muhammad saw itu pun mendapat antusias dan respon dari para wanita pengusaha itu.
Perayaan maulid nabi Muhammad SAW yang digelar IWAPI yang dihadiri Ketua IWAPI Sulsel, Hj Ainun Jariah bersama sejumlah Pengurus ini mengusung tema “Meneladani Sifat Rasulullah dalam Berorganisasi dan dalam Kehidupan Sehari-hari”. (d11/dlk/avd)











