BALIKPAPAN, DELIK.ID — Perahu Sandeq disambut dengan riang gembira oleh masyarakat Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur saat finis di Pantai Manggar Kota Balikpapan, Rabu, 7 September.
Perahu sandeq star dari Pantai Silopo Kabupaten Polman pada tanggal 31 Agustus oleh Gubernur Sulbar Akmal Malik didampingi Bupati Polman dan lima Bupati lainnya serta Forkopimda Sulbar dan Polman. Sebenarnya ada 35 sandeq yang star dari Pantai Silopo Polman namun ditengah perjalanan satu perahu sandeq dihantam cuaca buruk di perairan yang mengakibatkan bagian perahu rusak dan harus putar haluan.
Setelah melalui rintangan yang berat, dengan tekad dan keberanian yang kuat awak sandeq. 34 perahu sandeq akhirnya tiba dengan selamat di pantai Manggar Kota Balikpapan yang membuat masyarakat takjub akan perahu sandeq yang mampu melewati ribuan kilometer melintasi selat Makassar.

Betapa tidak, perahu panjang bercadik, body ramping dan berkulit putih ini tidak menggunakan bantuan mesin dalam mengarungi samudera. Perahu ini hanya mengandalkan kekompakan dan kekuatan awak perahu sandeq yang disebut Sawi untuk menaklukkan ombak dan angin kencang.
Di pantai Manggar, 34 perahu Sandeq dan Gubernur Sulbar Akmal Malik, Bupati Polman serta Bupati lainnya dari Sulbar yang menggunakan perahu sandeq disambut oleh Gubernur Kaltim Rahmad Mas’ud dan Bupati se Kaltim, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo.
Penyambutan perahu sandeq dengan ritual yang diberi nama Mappadottong Tindja, pada proses ini Pemprov Sulbar bersama para Kepala Daerah menyerahkan beberapa barang yang dibawa dari mulai dari Silopo berupa cinderamata alat musik tradisional dan peralatan masak tradisional.
Ketua tim lomba perahu Sandeq Muh Ridwan Alimuddin mengatakan, penyambutan ini disebut Maromba passandeq yang artinya menyambut passandeq yang simbolisasi Pak Gubernur berlayar dengan Bupati se Sulawesi Barat yang disambut Walikota Balikpapan.
Lanjut, Ridwan yang ikut berlayar start dari tanjung Silopo sampai finish di Pantai Manggar Kota Balikpapan itu menyebutkan bagian dari ritual seperti peniupan kerang dan penarikan tali perahu serta pemberian isi Balasuji hasil dari dagangan Sulawesi Barat ke Walikota Balikpapan.











