Erna Rasyid Taufan Apresiasi Festival Tomaugi sebagai Ajang Pelestarian Bahasa Daerah

Selain itu, Erna juga menyinggung tentang budaya “pammali” masyarakat Bugis yang dinilai sarat dengan syiar Islam. “Banyak kearifan lokal kita yang tertuang dalam Lontara itu relevan dengan syiar Islam, seperti pammali Bugis. Misalnya, pammali anak-anak keluar saat magrib. Nah pammali masyarakat Bugis kita ini juga tertera dalam hadis Rasulullah.

“Jika malam datang menjelang, maka tahanlah anak-anak kalian karena sesungguhnya saat itu setan sedang bertebaran. Tutuplah pintu dan berdzikirlah kepada Allah swt karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup,” Erna Rasyid Taufan mengutip HR Bukhari no. 3280 dan Muslim no 2012.


Dan saat memulai sambutan, Ketua Dewan Pembina Forum Kajian Cinta Alquran (FKCA) Parepare ini juga sempat mencuri perhatian dengan sapaan “Tomalebbikeng” yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan pemerhati Budaya.

Diksi “tomalebbikeng” sebagai bentuk sapaan penghormatan dan pemuliaan masyarakat Bugis kepada tamu yang dituakan yang kini sudah jarang digunakan oleh para penutur Bugis.

Pada kesempatan itu pula, Erna menyerahkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan kepada para pemenang lomba dalam Festival Tomaugi. (D11)

Related posts