Ia meminta lokasi salat id di-sterilisasi dengan disenfektan. Harus tersedia sarana cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Serta wajib memakai masker dan menjaga jarak.
Selain itu, durasi khutbah Id dibatasi hanya 15 menit. Sesuai anjuran Kementerian Agama.
“Kita tentu tidak ingin khusyu dan khidmat-nya ibadah berkurang. Namun pandemi mengharuskan kita mengantisipasi kerumuman besar seperti ini, ” jelas bupati.
Pantauan media, panitia salat Id di Lapangan Batili sejauh ini nampak siap. Sudah ada sarana cuci tangan, serta disiapkan masker, handsanitizer, serta ambulans yang standby. (Humas Pemkab Enrekang)











