Wali Kota Parepare dua periode ini menambahkan, untuk masalah genangan beberapa ruas jalan, dirinya telah meminta Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengadakan pembersihan dan pengerukan pada drainase yang tersumbat maupun pendangkalan akibat sendimen, dan mengoptimalkan waduk mini.
“Terkait dengan sektor pariwisata, maka telah terbit Perda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwistaan Daerah 2016-2031 sebagai acuan dalam master plan pengembangan destinasi wisata di Kota Parepare yang terbagi dalam 6 kawasan strategis pariwisata atau objek-obyek pariwisata yang menjadi prioritas pengembangan. Termasuk gua kelelawar dan mengarah ke konsep urban tourism guna mewujudkan Kota Parepare sebagai Kota Industri Tanpa Cerobong Asap,” katanya.
Ketua DPD I Golkar Sulsel berharap, hal-hal yang sudah ditargetkan atau dianggarkan dalam RAPBD Tahun Anggaran 2021 dapat tercapai. Meski dengan berbagai tantangan-tantangan dan permasalahan kedepan diprediksi masih akan dinamis.
“Hal ini kami tetap optimis dengan berbagai langkah sesuai harapan fraksi yaitu pengendalian atas kebocoran pendapatan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Sektor kesehatan akan menjadi perhatian dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2021, oleh karena sektor kesehatan merupakan salah satu penopang untuk mewujudkan visi Kota Parepare,” pungkasnya. (dlk)











