Wali Kota Parepare Taufan Pawe Berbagi Cerita Pengalamannya Saat Menjadi Pengacara

“Saya gunakan kerja-kerja intelijen saya. Saya menulusri apa yang terjadi. Saya bawa ke Laboratorium Kriminologi minta cek keasliannya. Ternyata ini barang dibuat, dia cari mesin ketik yang tua sehingga karakter hurufnya mirip naskah jaman dulu. Kertasnya bekas rendaman teh. Kertasnya juga diasapi sehingga retak-retak,” jelas alumnni Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesi (UMI).

Untuk itu, ia menghimbau jajarannya agar serius mengikuti Diklat Administrasi Kearsipan ini untuk menghindari persoalan hukum kedepannya. Mengingat, persoalan hukum tidak terlepas dari persoalan pembuktian.

Read More

“Persoalan kearsipan itu adalah kemampuan kita menjaga atau merawat dan pada akhirnya arsip-arsip inilah nantinya yang akan berbicara dan menjadi fakta,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini, turut dihadiri jajaran Pemkot Parepare diantaranya, Sekda Iwan Asaad, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Gustam Kasim, dan Arsiparis Madya Arsip Nasional RI Satriani sekalu narasumber pada bimtek tersebut. (dlk)

Related posts