“Supaya kaum perempuan dapat menyalurkan hak pilih (suara) secara cerdas dan berkualitas. Karena, peran perempuan saat ini juga setara laki-laki dalam hal politik,” ujarnya.
Sementara, Komisioner KPU Parepare Divisi Teknis, Safriani Sudirman memaparkan, demokrasi dan politik adalah dua hal yang berjalan beriringan. Proses kehidupan berbangsa dan bernegara, kata dia, tak lepas dari keputusan dan proses politik.
“Politik itu baik, namun selama ini politik masih menjadi suatu hal yang berat bagi sebagian kaum perempuan. Kita harus berbangga menjadi warga Indonesia karena kesempatan untuk perempuan terus meningkat dan bertambah dari waktu ke waktu. Bahkan, domimasi perempuan dalam politik pun kini mulai tampak,” paparnya.
Oleh karena itu, Safriani berharap, kaum perempuan untuk lagi tidak alergi terhadap politik, dan justru dijadikan sebagai pembelajaran atau pengalaman berdemokrasi.
“Karena saat ini sangat banyak instrumen yang dapat mendorong perempuan untuk berpartisipasi dan melibatkan diri dalam politik,” tandasnya. (D11)











