“Tanah tersebut awalnya telah dikuasai atas nama Badan Usaha milik Negara (BUMN) salah satu instansi perbankan, namun kemudian setelah kita bertemu dengan Mentri BUMN, dan juga Komisaris dan Dirut Perbankan tersebut didepan Bapak BJ Habibie beliau siap untuk melakukan pengalihan aset tersebut, Alhamdulillah sekarang aset itu telah berubah nama menjadi aset Pemerintah Kota Parepare,”ucap dia.
Untuk menunjang keseriusan Pemerintah Kota Parepare, BJ Habibie menghadirkan 23 jurnalis dari Eropa, dan itu juga menjadi komitmen bersama kita antara Pemerintah Kota Parepare dengan BJ Habibie hadirnya Museum tersebut.
“Selain museum itu kita juga telah membangun dengan mengangkat nama BJ Habibie, seperti Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, Balai Ainun, RS Regional Hasri Ainun Habibie, ITH BJ Habibie, dan juga kita wacanakan Masjid Terapung BJ Habibie, bahkan saat ini Pintu gerbang masuk Kota Parepare kita tulis Selamat Datang di Kota Kelahiran Presiden Ke Tiga Republik Indonesia,”pungkas Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.
Selain itu, kata Taufan, saat ini secara rutin juga Pemerintah Kota Parepare menggelar Festival Lovely Habibie Ainun yang digelar setiap tanggal 12 Mei 2020.
“Tanggal itu ditentukan sesuai dengan Tanggal Pernikahan Bapak BJ Habibie dengan Ibu Hasri Ainun Habibie,”paparnya.(rls)











