Dalam buku ini lanjut dia, akan diulas pula sejumlah tokoh yang ditemuinya dalam kehidupan sehari-harinya yang masuk dal dua kategori itu.
Erna juga mengungkapkan, seyogianya buku ketiga yang akan diterbitkan adalah buku Islami yang ditujukan untuk pendidikan anak usia dini (Paud), namun buku tersebut hingga kini belum terbit juga.
“Mungkin karena target pasar sehingga penerbit menunda penebitannya. Olehnya itu saya tidak mau diam dan menulis lagi, alhamdulillah akhirnya tulisan manusia maksimalis versus minimalis disetujui penerbit,” urai Erna.
Erna menjelaskan buku untuk PAUD yang ditunda penerbitannya itu bertitik tolak dari kekecewaan saat membaca sejumlah buku seri siaga bencana yang dibagikan pada acara Bunda PAUD nasional.
“Dalam buku-buku itu tidak satu pun menyinggung kalimat thoiyyibah atau kalimat dzikir. Saat senang saja kita harus ingat Allah, apalagi saat susah, saat kita terkena bencana dan itu tidak dicantumkan dalam buku. Anak-anak hanya diajari berlindung saat ada bencana, mengapa tidak diselipkan kalimat-kalimat Laailaha ilallah, Allahu Akbar misalnya,” imbuh Erna.
Meskipun belum dapat diterbitkan, namun Erna masih terus melakukan proses editing agar buku PAUD karyanya itu dapat terbit menjadi buku keempatnya.
Diketahui, saat ini Erna Rasyid Taufan telah mengantarkan dua buah bukunya, Rahasia Alquran dan Usia 40 Tahun dan 99 Doa-doa Anak Sholeh sebagai buku paling laris di pasaran. Kedua buku ini dilaunching di Jakarta. (*)











