Cerita, Ninja Tahun 90an di Parepare

Sementara itu, Ambi Warga jalan Nusantara, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung tepat di dekat Pelabuhan Cappa Ujung, yang juga mengaku pernah terjun ke dunia Pabbote dan Ninja, mengaku kerap beroprasi membawa korban di sekitar kuburan umum jika berhasil membawa korban keluar dari Pelabuhan.

” Kadang di lokasi kuburan, kita turunkan perantau yang turun dari kapal saat diatas angkot. kita menunjukkan kuburan baru kepada korban, seolah-olah kuburan baru itu adalah korban kami karena tidak mau membayar uang angkot sebanyak yang kami minta. Kalau korban tak punya uang ” Aku Ambi, yang kini bekerja di salah satu Otoritas Pelabuhan Nunsatara yang kini rajin beribadah.

Sementara itu, Ismail mantan Pegawai disalah satu Kantor Pemerintahan Kota Parepare, Sulawesi Selatan, mengaku pernah berurusan dengan Pabbote dan Ninja Pelabuhan, saat itu salah seorang keluargnya pernah menjadi korban Pabbote dan Ninja Pelabuhan dengan 100 gram perhiasan emas.

” Saat itu Keluarga saya pulang Merantau dari Malaysia, datang ke rumah mengaku telah dirampok emasnya seberat 100 gram. Kebetulan saat itu pekerjaan saya berurusan dengan kemasyarakatan kebutalan banyak mengenal Pabbote dan Ninja Pelabuhan, saya mendatangi salah satu gank itu, dan ia mengembalikan emas keluarga saya hanya 60 gram dengan alasan 20 gram sudah laku terjual oleh Pabbote dan Ninja itu. ” Ungkap Ismail.

Pabbote dan Ninja Pelabuhan memasuki tahun 200an perlahan-lahan berkurang. Berkurangnya bukan karena ditangkap Petugas atau Karena telah menjalani masa tahanan dengan tuduhan Penipuan dan Penganiayaan, namun pelan-pelan Pabbote dan Paninjja bahkan kini kilang karena Kecanggihan teknologi dan kini banyaknya lapangna pekerjaan yang terbuka. menurut kedua mantan Pelaku yang kini menjadi Pengacara terkenal dan Petugas salah satu otoritas Pelabuhan. (D11)

Related posts