Menurut dia, banyak penyebab sehingga perputaran uang merosot dibanding Polman expo lalu, diantaranya banyak acara sama yang bertepatan waktunya di daerah lain seperti di Tator dan Mamuju. ” Apalagi di pameran Pifaf kemarin digelar pasca panen petani, beda yang sekarang, ” kata Faizal Katohidar.
Meski demikian, Faizal menjelaskan pameran HUT Polman tidak kalah ramai dengan Polman expo, hanya saja pembeli yang kurang sehingga berimbas pada pemasukan pedagang yang menurun, ” Kalau soal ramai iya pasti ramai tapi pembelinya kurang yang bikin ramai itu karena banyak penjualnya ada di depan dan ada di dalam, ” Terangnya.
Ia menambahkan sebanyak 150 tenda stand terpasang di pameran Hut Polman di akhir tahun 2019, Namun kata dia, mayoritas tenda stand didominasi stand Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) , ” Memang kita prioritaskan stand OPD di sana, ” tutur Faizal. (Aga)











