MAMUJU, DELIK.ID — Pemerintah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, meningkatkan status penanganan bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi tanggap darurat. Kebijakan tersebut diambil setelah muncul puluhan titik api di sejumlah wilayah.
Berdasarkan laporan pemerintah daerah, sedikitnya 34 titik api terpantau di wilayah Kabupaten Mamuju. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena cuaca kering berpotensi mempercepat penyebaran api.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Pemkab Mamuju menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi bencana cuaca ekstrem, kekeringan, dan karhutla. Apel berlangsung di Lapangan Upacara Ahmad Kirang, Kelurahan Mamuju, dan dipimpin langsung Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi.
Dalam keterangannya, Sitti Sutinah mengatakan peningkatan status dilakukan sebagai langkah untuk memperkuat koordinasi dan penanganan di lapangan.
