Hadiri Rakernas XVIII APEKSI di Medan, Tasming Hamid Perkuat Sinergi Antar Pemerintah Kota

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, dalam sambutannya mengajak seluruh kepala daerah agar terus menghadirkan inovasi dan tidak lagi bergantung pada pola pembangunan konvensional.

Menurutnya, pemerintah kota kini menjadi motor utama transformasi pembangunan nasional melalui berbagai terobosan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah.

“Hari ini saya melihat dengan bangga dan optimistis bagaimana kota-kota saat ini menjadi transformer, menjadi survivor dengan berbagai macam inisiatif kepemimpinan,” ujar Bima Arya.

Ia menegaskan bahwa praktik-praktik terbaik pembangunan tidak harus selalu dicari hingga ke luar negeri. Banyak pemerintah daerah di Indonesia yang telah berhasil menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakatnya masing-masing.

Karena itu, Bima Arya mendorong seluruh kepala daerah mempelajari berbagai inovasi yang telah diterapkan sejumlah kota.

“Saya merekomendasikan Bapak-Ibu mempelajari dengan detail berbagai inovasi yang dilakukan daerah-daerah seperti Kota Malang dan Kota Pekanbaru,” katanya.

Selain itu, Wamendagri juga mendorong pemerintah kota untuk tidak hanya mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi mulai memanfaatkan berbagai skema pendanaan alternatif seperti Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Menurutnya, skema tersebut terbukti mampu mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Beberapa daerah seperti Semarang, Samarinda, dan Madiun disebut telah berhasil memanfaatkan KPBU dalam mendukung percepatan pembangunan.

Dalam arahannya, Bima Arya turut menekankan pentingnya membangun city branding yang kuat sebagai upaya meningkatkan daya saing daerah.

Ia menjelaskan bahwa city branding bukan sekadar slogan, melainkan cerminan identitas kota yang dibangun berdasarkan sejarah, potensi, kondisi saat ini, serta visi besar yang ingin diwujudkan di masa mendatang. (*)

Related posts