Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah TPA Alloppoe. TPA tersebut memiliki luas sekitar 9,8 hektare, dengan 3,55 hektare digunakan sebagai zona landfill dan sekitar 0,55 hektare sebagai fasilitas pendukung. Kondisi tersebut dinilai cukup strategis untuk pengembangan fasilitas pemrosesan sampah modern berbasis teknologi energi terbarukan.
Pihak Biotech Works–H2 menyampaikan ketertarikan mereka untuk melakukan studi lebih mendalam mengenai karakteristik sampah di Parepare sekaligus menilai kelayakan penerapan teknologi konversi sampah menjadi listrik, gas, maupun hidrogen. Teknologi mereka telah digunakan dalam berbagai proyek energi terbarukan di Jepang dan kawasan Asia Tenggara.
Pemkot Parepare berharap kunjungan ini menjadi langkah awal menuju implementasi penuh MoU sekaligus membuka peluang investasi lebih luas di sektor energi terbarukan. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya Parepare dalam menciptakan kota yang bersih, efisien, dan berorientasi pada masa depan. (d11/dlk**)











