“Media sosial bukan tempat untuk menunjukkan eksistensi pribadi secara berlebihan. Personel Polri harus mampu menahan diri, menjaga etika, dan tidak mudah terprovokasi oleh konten negatif,” kata Yohannis.
Penegasan terhadap disiplin dan integritas juga menjadi bagian dari upaya reformasi kultural Polri, yang menekankan pada pembentukan karakter dan tanggung jawab moral anggota. Polres Mamuju Tengah berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan internal melalui pengawasan, pelatihan etika profesi, serta kegiatan pembinaan rohani dan mental.
Selain itu, pengawasan melekat dari para perwira juga dioptimalkan guna memastikan seluruh personel bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan kode etik Polri.
“Kami ingin setiap anggota menyadari bahwa disiplin dan integritas bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan. Ketika personel bekerja dengan jujur, beretika, dan profesional, masyarakat akan melihat dan menilai sendiri bahwa Polri benar-benar hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani,” ujar Yohannis menambahkan.
Dengan penerapan disiplin yang konsisten dan integritas yang kuat, Polres Mamuju Tengah berharap dapat terus memperkuat citra positif kepolisian di mata publik serta mewujudkan institusi Polri yang dipercaya dan dicintai masyarakat. (D11)











