Lebih jauh, Azriel menyatakan bahwa FPLB mendukung agar MDA memprioritaskan tenaga kerja lokal, namun menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial agar operasional perusahaan dapat berjalan lancar.
“Kita semua ingin masyarakat bekerja dan sejahtera. Tapi untuk itu, MDA harus bisa beroperasi penuh. Dengan begitu, akan muncul efek berganda ekonomi—dari usaha transportasi, perdagangan, hingga jasa pendukung lainnya,” katanya.
FPLB menilai, keberadaan MDA tidak hanya membuka lapangan kerja langsung di area tambang, tetapi juga menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal di Latimojong. Karena itu, Azriel mengajak para pemuda menjadi mitra pembangunan, bukan sumber ketegangan yang berpotensi menghambat investasi.
Terkait isu penggunaan jalan poros Ranteballa–Boneposi, Azriel menjelaskan bahwa jalur tersebut telah melalui kajian bersama Pemerintah Kabupaten Luwu dan pihak terkait. Untuk keselamatan masyarakat, MDA telah membangun community road Kadundung–Boneposi sebagai jalur alternatif yang lebih aman dan disetujui pemerintah daerah.
“Jalan ini dibangun atas persetujuan Pemkab Luwu. Mari kita jaga bersama agar tetap layak dan bermanfaat bagi warga,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Azriel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengutamakan dialog, sinergi, dan suasana kondusif demi kemajuan Latimojong.
“MDA dan masyarakat adalah mitra. Kalau kita sama-sama menjaga suasana kondusif, maka pembangunan di Latimojong akan membawa manfaat besar bagi semua,” pungkasnya. (d11/dlk**)











